Luluta Bambu merupakan makanan tradisional khas masyarakat Tolaki, salah satu suku asli yang mendiami Sulawesi Tenggara. Hidangan ini menjadi cerminan kearifan lokal yang memanfaatkan kekayaan alam sekitar, mulai dari beras ketan, santan, hingga bambu dan daun pisang sebagai media memasak alami.
Keistimewaan Luluta terletak pada perpaduan tekstur dan aromanya. Ketan yang dimasak perlahan menghasilkan tekstur kenyal, berpadu dengan rasa gurih santan yang meresap sempurna. Aroma harum daun pisang dan bambu menambah karakter khas, menghadirkan sensasi kuliner autentik yang sarat nuansa tradisi dan nostalgia.
Tak hanya memanjakan lidah, Luluta juga memiliki nilai gizi yang cukup baik. Beras ketan menjadi sumber karbohidrat yang memberikan energi untuk aktivitas sehari-hari, sementara santan menyumbang lemak yang membantu tubuh menyerap nutrisi. Dengan komposisi tersebut, Luluta tidak hanya lezat, tetapi juga mengenyangkan dan bernutrisi.
Lebih dari sekadar makanan, Luluta memegang peran penting dalam kehidupan budaya masyarakat Tolaki. Hidangan ini kerap disajikan dalam acara adat, perayaan keluarga, hingga upacara keagamaan sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Proses pembuatannya yang melibatkan banyak anggota keluarga juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan menjaga tradisi turun-temurun.

Bahan-Bahan
-
2 cangkir beras ketan putih, cuci bersih dan rendam selama 2 jam
-
200 ml santan cair
-
1 lembar daun pandan
-
1 batang serai, memarkan
-
1 sendok teh garam
-
1 sendok teh gula
-
Daun pisang secukupnya
-
4 batang bambu muda, dibersihkan dan dipotong sesuai ukuran
Cara Membuat
-
Tiriskan beras ketan yang telah direndam selama 2 jam, lalu sisihkan.
-
Panaskan santan cair dalam panci dengan api sedang.
-
Masukkan daun pandan, serai, garam, dan gula. Aduk rata hingga santan mendidih, lalu angkat dan biarkan agak hangat.
-
Campurkan beras ketan dengan santan yang telah dimasak, aduk hingga seluruh ketan terbalut merata.
-
Masukkan campuran ketan ke dalam bambu hingga sekitar ¾ bagian agar ada ruang untuk mengembang.
-
Tutup bagian atas bambu menggunakan daun pisang agar uap tetap terjaga dan ketan matang sempurna.
-
Susun bambu dalam kukusan dengan posisi berdiri, lalu kukus selama 1,5–2 jam hingga ketan benar-benar matang.
-
Angkat bambu dari kukusan dan biarkan agak dingin sebelum dibuka.
-
Potong bambu sesuai porsi dan keluarkan Luluta.
-
Sajikan Luluta bersama lauk pendamping seperti ayam bakar, ikan bakar, atau sambal terasi.
Tips
Gunakan bambu muda yang masih segar agar aroma Luluta lebih harum dan tekstur ketan tetap lembut saat matang.